Friday, December 30, 2016

Memilih Dokter Kandungan (Part 1: Cibubur)



Bagi sebagian orang, memilih dokter kandungan itu susah-susah gampang. Saya sendiri termasuk salah seorang diantaranya. Sebelum berlabuh di dokter kandungan pilihan, saya sempat loncat dari dokter satu ke dokter lainnya. Perpindahan tersebut pun ada yang karena saya tidak sreg, ada juga yang karena bentrok jadwal praktek semata. Berikut ini adalah beberapa dokter kandungan yang pernah saya kunjungi saat kehamilan pertama saya. Mungkin ibu-ibu yang berdomisili di sekitar Cibubur atau Citeureup bisa memanfaatkan tulisan ini sebagai pertimbangan memilih dokter kandungan, ya!

Awal mula kehamilan, setelah testpack menunjukkan hasil positif, saya mengunjungi RSIA Annisa di daerah Citeureup. Ini atas rekomendasi tante saya yang dulu semasa hamil pernah kontrol disana. Sayangnya, hanya ada dokter pria di RS tersebut. Karena saya dan suami benar-benar “buta” daerah tersebut karena baru saja pindah, saya akhirnya memilih dr. Amin. Kalau tidak salah, pada kunjungan kedua saya sekaligus berkonsultasi mengenai flek yang saya alami. Saat itu kehamilan saya masih di trimester pertama. Saya tidak ingat diagnosis beliau apa atas flek tersebut, tetapi saya cukup tidak puas. Saat beliau menulis resep, saya bertanya, “Berarti tidak perlu diberi obat penguat kandungan kan, Dok?”. Mendadak beliau meresepkan obat penguat kandungan setelah pertanyaan tersebut, tanpa penjelasan apa-apa. Saya jadi bingung dan makin tidak puas. Akhirnya obat saya tebus, tapi tidak saya minum.

Masih di trimester pertama, saya sempat diinfus setengah hari di klinik bernama Rumah Sehat Cikeas. Ternyata, kadar Hb saya rendah. Karena perawat dan dokternya perempuan, saya sempat bercerita tentang kebingungan memilih dokter kandungan di daerah tersebut. Lalu mereka menyebut dr.Ovy dan dr.Nurul yang praktek di RS Permata Cibubur.

Akhirnya saya pun menghubungi RS tersebut setelah sempat browsing profil dokter spesialis kandungan di website www.rspermatacibubur.com. Sayangnya, untuk bertemu dr.Ovy (Dr.dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG (K) saya harus daftar sebulan sebelumnya. Beliau ternyata cukup kondang dan sibuk, saya melihat ia juga mengasuh sebuah rubrik konsultasi di Majalah Femina, kalau tidak salah. Saya pun kemudian memilih dr.Suci karena melihat CVnya yang bagus.

Pertama kali kontrol di RS Permata Cibubur dengan dr. Tri Pratiwi Suci, SpOG, saya langsung cocok. Selain karena dokternya ramah dan bisa menjawab pertanyaan saya, tempatnya pun nyaman (ya iya lah, harganya 3x RSIA Annisa). Tahun 2013, sekali kontrol dengan USG dan vitamin saya harus membayar sekitar 400ribuan. Tahun 2016, hanya kontrol dan USG tanpa vitamin harganya sudah 380rb.


Sayangnya, jadwal praktek beliau yang malam hari membuat suami kesulitan mengantar saya ketikamendapat shift malam. Saya pun berganti ke dr.Nurul Afriana, SpOG yang praktek di pagi hari, atas rekomendasi dokter di Rumah Sehat tadi dan salah seorang teman kerja. Alhamdulillah, saya cocok dengan dr.Nurul karena penjelasannya enak, semua pertanyaan pun dijawab, dan orangnya lumayan tegas. Hingga usia kehamilan 8 bulan, saya rutin kontrol ke dr.Nurul. Oya, dr.Nurul ini juga praktek di Jatisampurna, karena teman saya pun dengan beliau di RS tersebut. 

Bulan berikutnya saya pindah ke Jogja, baca lanjutannya di sini.


0 komentar:

Post a Comment