Friday, December 30, 2016

Memilih Dokter Kandungan (Part 2: Jogja)


Tulisan ini adalah lanjutan dari Memilih Dokter Kandungan (Part 1: Cibubur)

Pada bulan ke-8, saya mudik ke Jogja karena berencana melahirkan di sana. Setelah sebelumnya bertanya pada teman-teman sekaligus survey biaya bersalin di Sakina Idaman, RSKIA Sadewa, dan Happyland, plus brosur JIH, saya memutuskan untuk memilih dr.Yasmini Fitriyati, SpOG di RSKIA Sadewa. Option awalnya adalah dr.Ova Emilia, SpOG di Happyland. Kebetulan sebelum menikah dan saat program anak pertama saya sempat periksa ke beliau. Orangnya lumayan irit bicara tetapi nothing’s wrong with that selama saya merasa informasi yang disampaikan mampu menjawab pertanyaan saya. Sayangnya biaya bersalin di Happyland di atas budget saya, so I had to remove her from the list.

Seperti dr.Ova, dr. Yasmini termasuk tidak banyak bicara tetapi entah mengapa saya merasa cocok. Orangnya terlihat sabar, penampilannya sederhana (malah cenderung cuek) tetapi komentarnya mencerminkan kalau dokter ini emang pintar. Kekurangannya cuma satu, kalau datang pasti ngaretnya di atas satu jam. Padahal, antrean di Sadewa itu menguji iman, haha.. Minimal 2,5 jam sekali antri, tetapi karena murah dan kualitasnya bagus saya bela-belain di RS ini. Sekali kontrol, saya menghabiskan paling banyak Rp 180.000 (tahun 2013) sudah termasuk USG dan vitamin. 

Sempat agak syok melihat selisihnya dengan di Permata Cibubur, karena vitamin yang diberikan ada yang sama persis. Mungkin jasa dokternya yang lebih murah. Orang Jawa bilang, ono rego ono rupo. Harga sebanding dengan yang kita dapatkan. Kalau antrinya sih sama lamanya ya sama dokter kandungan terkenal lainnya, hanya saja kemewahan rumah sakit, keterjangkauan lokasi, luas bangunan RS, dan kualitas USG yang berbeda.

Sayang sekali, ketika melahirkan saya tidak didampingi dr.Yasmini karena beliau masih menangani pasien di JIH. Meskipun ibu saya sudah ngomel-ngomelin suster “kok dokternya gak dateng-dateng” saya dibantu dengan empat orang bidan yang cukup sabar. Cuma satu bidan aja yang jutek di Sadewa, itupun saat saya masih bukaan satu, alhamdulillah. Nah, yang saya sayangkan, dr.Yasmini datang untuk menjahit setelah dua jam saya melahirkan. Wow banget lho rasanya, haha… Udah dua jam gitu, jaringan mungkin udah ada yang mengering ya walau dibius. Tampaknya yang menjahit memang tidakboleh bidan, so I had no choice. Malah ada RS yang bidannya pun gak boleh bantu ngelahirin tanpa ada dokternya, jadi seorang kenalan saya sudah mau ngeden disuruh nahan nunggu dokter..

Hari keempat pasca lahiran, saya menemui hal ganjil yang cukup bikin sakit di jalan lahir. Karena darurat, saya periksa ke dokter mana aja. Saya pun akhirnya bertemu dengan dr.Upik (dr. Supriyatiningsih, M.Kes, SpOG) di Happyland. Beliau juga praktek di Sadewa. Orangnya sangat ramah dan keibuan, dan sadar branding lho. Beliau memberikan kartu nama yang ada nomor pribadi, jadi bisa dihubungi langsung. Diagnosis beliau adalah, mulut rahim saya keluar, dan akan kembali seperti semula seiring dengan berlangsungnya masa nifas.

Ternyata, keesokan harinya, saya masih merasa kesakitan. Mengikuti feeling, saya pun memutuskan untuk kembali menemui dr.Yasmini. Karena saya mendadak datangnya, saya tidak mendapat antrean awal, dan kalau tidak salah beliau harus menangan operasi caesar. So, dengan membawa bayi saya yang saya taruh di mobil, I waited for five hours! Jam 11 malam saya bertemu dr.Yasmini dan hanya dengan sekali cek dalam, beliau mengetahui bahwa itu bukan mulut rahim yang keluar tetapi darah kotor sisa plasenta yang belum bersih sehingga harus dikuret.

Malam itu juga saya harus rawat inap karena esok pagi adalah jadwal kuretnya. Menurut beliau,   kondisi rahim saya tidak rata sehingga ada tempat buat “ngumpet” sisa plasenta. Wallahua’lam. Akhirnya saya dikuret oleh dr.Yasmini dan sekian episode pertemuan saya dengan beliau karena saya kontrol jahitan pasca kuret dengan dr.Ariesta di Sadewa (dr.Yasmini sedang cuti).

Semoga pengalaman saya bisa sedikit memberi gambaran para ibu hamil yang sedang mencari dokter kandungan ya J


1 comment:

  1. Sudah sembuh mbak sekarang? Berarti lebih tepat diagnosa dr. Yasmini ya?

    ReplyDelete